Sekolah Ladang Tembakau di Padukuhan Boboktempel
Seloharjo- Dinas Ketahanan Pangan dan Petanian Kabupaten Bantul telah menyelenggarakan Sekolah Ladang Tembakau di Padukuhan Boboktempel, Seloharjo, Pundong, Bantul. Sekolah ini dilaksanakan pada Kamis, 16 Mei 2024. Komoditas Perkebunan khususnya Tanaman Tembakau menjadi salah satu ikon pertanian khususnya tanaman perkebunan di Kalurahan Seloharjo.
Tembakau adalah produk pertanian semusim yang bukan termasuk komoditas pangan, melainkan komoditas perkebunan. Produk ini dikonsumsi bukan untuk makanan tetapi sebagai pengisi waktu luang atau "hiburan", yaitu sebagai bahan baku rokok dan cerutu. Tembakau juga dapat dikunyah. Kandungan metabolit sekunder yang kaya juga membuatnya bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat. Guna mendapatkan hasil yang maksimal Dinas Ketahanan Pangan dan Petanian Kabupaten Bantul mengadakan Sekolah Ladang Tembakau sebagai salah satu upaya menangani serangan hama yang seringkali menyebabkan berkurangnya produksi tanaman tembakau di Seloharjo.
Permasalahan yang dihadapi oleh petani tembakau antara lain:
- Perbenihan/pembibitan belum dapat dilaksanakan kelompok sendiri, yang telah melakukan pembibitan belum sesuai SOP.
- Teknis budidaya tembakau pada umumnya belum sesuai SOP
- Permasalah Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sebagian besar petani belum menguasai.
- Penggunaan sarana produksi dan pengeloaan agroekosistem yang kurang tepat sehingga keseimbangannya terganggu.
- Penanganan panen maupun pasca panen yang belum memenuhi SOP pasca panen.
Untuk membantu penanganan masalah tersebut diperlukan adanya pembinaan dengan pelatihan dan motivasi bagi petani dan kelompok tani. Pembelajaran Pendidikan Orang Dewasa (POD) seperti model Sekolah Ladang Tembakau merupakan metode yang paling tepat pada saat ini, karena dalam pelaksanakan Sekolah Ladang Tembakau mengacu pada 4 ( empat) Prinsip PHT, yakni:
- Budidaya Tanaman Sehat.
- Pelestarian Musuh Alami.
- Pengamatan Rutin.
- Petani Menjadi Ahli PHT.
Keempat prinsip tersebut jika benar-benar dilaksanakan oleh petani dalam membudidayakan tanamannya akan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Nantinya diharapkan dengan adanya SLPHT pada tanaman tembakau dapat mengantisipasi serangan OPT serta produksi tembakau meningkat khususnya di Kalurahan Seloharjo.
Kirim Komentar