SIARAN PERS (PRESS RELEASE) PERKEMBANGAN IKLIM TAHUN 2024 D.I YOGYAKARTA (Update 31 Desember 2024)
Berdasarkan pengamatan gejala fisis dan data dinamika atmosfer - laut terkini menunjukkan bahwa :
● Angin di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator bertiup dari arah barat mengindikasikan Monsun Asia aktif.
● Indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) diprediksi La Nina lemah hingga Mei 2025.
● Dipole Mode Indeks (DMI) diprediksi netral hingga pertengahan tahun 2025.
● Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi tidak aktif di wilayah Indonesia.
● Analisis anomali suhu muka air laut di perairan selatan D.I Yogyakarta -0.5°C s/d 1.0°C atau netral – hangat apabila dibandingkan dengan kondisi normalnya, dengan suhu berkisar antara 29°C s/d 30°C.
Curah hujan D.I Yogyakarta tiga dasarian ke depan (dasarian I Januari – III Januari 2025) * diprediksi *menengah – tinggi berkisar antara 50 - 200 mm dengan sifat hujan bervariasi Bawah Normal (BN) – Atas Normal (AN). Dalam tiga bulan ke depan, curah hujan di wilayah D.I Yogyakarta diprediksi sebagai berikut:
● Curah hujan bulan Januari 2025 diprediksi berkisar 301 - >500 mm (kriteria tinggi – sangat tinggi) dengan sifat hujan bervariasi Normal (N) – Atas Normal (AN).
● Curah hujan bulan Februari 2025 diprediksi berkisar 201 - 500 mm (kriteria menengah – tinggi) dengan sifat hujan bervariasi Normal (N) - Atas Normal (AN).
● Curah hujan bulan Maret 2025 diprediksi berkisar 201 - 500 mm (kriteria menengah - tinggi) dengan sifat hujan bervariasi Bawah Normal (BN) - Atas Normal (AN). Prediksi Musim Hujan 2024/2025:
● Puncak Musim Hujan 2024/2025 di D.I Yogyakarta diprediksi terjadi pada bulan Desember 2024 1 ZOM (12.5%) dan Februari 2025 7 ZOM (87.5%).
● Durasi Musim Hujan 2024/2025 di D. I Yogyakarta diprediksi bervariasi antara 19 - 21 dasarian dengan rincian 7 ZOM (87.5%) dan 1 ZOM (12.5%) selama 22 - 24 dasarian (7- 8 bulan).
● Akhir Musim Hujan 2024/2025 di D.I Yogyakarta diprediksi pada dasarian I - II Mei tahun 2025. Himbauan:
BMKG menghimbau kepada pemerintah daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap :
● Potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, mengingat seluruh wilayah D.I. Yogyakarta dalam periode musim hujan 2024/2025.
● Dampak musim hujan 2024/2025 di bidang pertanian dengan melakukan penyesuaian pola tanam.
● Puncak musim hujan diwaspadai bencana hidrometerologi (banjir, tanah longsor, angin kencang) yang berpotensi terjadi terutama di daerah-daerah rawan bencana di wilayah D.I. Yogyakarta.
Kirim Komentar